You are here::
 
 

Komunitas Pencinta Hisab Rukyat Pada Pengadilan Tinggi Agama Makassar

E-mail Print PDF

Pada tanggal 3 s.d. 5 April 2012 Dirjen Badilag telah melaksanakan Orientasi Hisab Rukyat yang bertempat di Hotel Mercure Regency Makassar. Orientasi tersebut diikuti oleh Hakim TInggi, Hakim tingkat pertama, pejabat fungsional dan structural yang punya perhatian serta cinta pada ilmu hisab rukyat.

hisab rukyat

Foto Praktek Pengukuran Arah Kiblat dengan menggunakan Teodolit pada Orientasi Hisab Rukyat di Hotel Mercure Regency Makassar

Pada waktu Pengadilan Agama masih di bawah naungan Departemen Agama (sekarang Kementerian Agama), Pengadilan Agama bertugas untuk melaksanakan rukyatul hilal dalam rangka penentuan awal bulan hijriah, tetapi setelah Pengadilan Agama berada di bawah nauangan Mahkamah Agung RI, tugas rukyatul hilal beralih ke Kementerian Agama. Tugas yang ada pada Pengadilan Agama sesuai Pasal 52 A Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 perubahan pertama Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1987 dan penjelasannya berbunyi Pengadilan Agama memberikan istbat kesaksian rukyat hilal dalam penentuan awal bulan pada tahun Hijriyah. Selama ini pengadilan agama diminta oleh Menteri Agama untuk memberikan penetapan (itsbat) terhadap kesaksian orang yang telah melihat atau menyaksikan hilal bulan pada setiap memasuki bulan Ramadhan dan awal bulan Syawal tahun Hijriyah dalam rangka Menteri Agama mengeluarkan penetapan secara nasional untuk penetapan 1 (satu) Ramadhan dan 1 (satu) Syawal. Pengadilan agama dapat memberikan keterangan atau nasehat mengenai perbedaan penentuan arah kiblat dan penentuan waktu shalat.

Dalam rangka melaksanakan tugas tersebut hakim harus mempunyai pengetahun tentang posisi hilal di ufuk barat pada waktu rukyatul hilal dilaksanakan, harus mengetahui perhitungan awal waktu shalat dan penentua arah kiblat. Ironisnya selama kurung waktu 7 tahun terakhir ini, hampir tidak adalagi kegiatan untuk menggairahkan hakim/pegawai Pengadilan Agama yang punya perhatian/kecintaan terhadap Ilmu Hisab Rukyat tersebut, yang tidak menutup kemungkinan ilmu tersebut akan terkikis habis di Pengadilan Agama.

Untuk menggairahkan kembali minat para hakim/pegawai yang masih punya perhatian/kecintaan terhadap ilmu tersebut. Dan sebagai tindak lanjut dari apa yang diamanatkan oleh Direktur Pranata dan Tatalaksana Perkara Perdata Agama Ditjen Badilag Bapak Drs. H. Hidayatullah MS,MH. Pada waktu penutupan Orientasi Hisab Rukyat tersebut, suapaya luaran dari orientasi ini dapat membuat forum diskusi atau apapun namnya, sebagai wadah untuk mendiskusikan masalah-masalah yang berkaitan dengan Hisab Rukyat. Olehnya itu untuk menggairahkan kembali pemerhati/pecinta ilmu Hisab Rukyat di lingkungan Pengadilan Tinggi Agama Makassar, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Makassar mengeluarkan Surat Keputusan Nomor: W20-A1047/HM.00/SK/IV/2012, tanggal 16 April 2012 tentang Pembentukan Tim Komunitas Pencinta Hisab Rukyat Pengadilan Tinggi Agama Makassar. Sebagai wadah untuk diskusi para pemerhati/pecinta ilmu Hisab Rukyat. dengan personalia sebagai beikut:

Pembina Penasehat     : Ketua Pengadilan Tinggi Agama Makassar.

Ketua                          : Drs. H. Anwar R, M.H.

Wakil Ketua                : Drs. Abd. Munir S, S.H.

Sekretaris                    : Drs. H. Makka A.

Wakil Sekretaris          : Marwan, S.Ag.,M.Ag.

Bendahara                   : Muniroh Nahdi,S.H.

Devisi Pengembangan dan Pelatihan.

Ketua                          : Drs. Ahmad Nur, MH.

Anggota                      : Drs. Muhammad Fauzi Ardi, S.H.,M.H.

Drs. Agus Zainal Mutaqien, S.H.

Drs. Gunawan, M.H.

Devisi Pelayanan Publik.

Ketua                          : Drs. M. Basir, M.H.

Anggota                      : Drs. Tayeb, S.H.

Muhammad Anwar Umar, S.Ag.

Muh. Kastalani, S.HI.,M.HI.

Anggota-Anggota       :

1. Drs. H. Muhadin,S.H.

2. Drs. Muh. Arsyad

3. Dra. Nurmiati

4. Drs. Moh. Nasri

5. Drs. Abd. Hafid, S.H.

6. Toharuddin, S.HI

7. Uten Tahir, S.HI.

8. Kamaluddin, S.H.

9.Drs.H.Sudarno, M.H.

10. Andi Napi, S.Ag.

11.Andi Suardi, S.Ag.

12.Drs. Mahmud

(penulis H. Makka A)