You are here::
 
 

Study Komparasi Komisi I DPRD Propinsi Gorontalo Ke Pengadilan Tinggi Agama Makassar

E-mail Print PDF

Kamis (23/3/17) Pengadilan Tinggi Agama Makassar (PTA) menyambut kedatangan tamu dari Komisi 1 DPRD Propinsi Gorontalo yang melaksanakan study komparasi di PTA Makassar mengenai Isbat Nikah dalam hal ini pelaksanaan sidang terpadu. Meyambut rombongan, Ibu Hj. Kamariah selaku plh. Ketua mengucapkan selamat datang dan terima kasih telah memilih PTA Makassar sebagai salah satu lokasi pelaksanaan study kompirasi tersebut. Beliau juga menyampaikan permohonan maaf dari Ketua PTA Makassar yang tidak sempat hadir bersama  pada hari ini karena beliau sedang Dinas Luar.


Lanjut dalam sambutannya beliau merasa sangat antusias dan senang atas kunjungan anggota DPRD Propinsi  Gorontalo dalam study komparasi ini. Hj. Kamariah memberikan penjelasan mengenai perjalanan pelaksanaan Pelayanan terpadu dalam bentuk sidang keliling, dimana pada dasarnya telah dilakukan sejak  tahun 2003 yang lalu sebagai salah satu implementasi program mahkamah Agung RI yaitu pemerataan Keadilan bagi seluruh Rakyat atau Justice for all,  terutama pada masyarakat miskin di daerah terpencil namun pelaksanaan pelayanan terpadu itsabat nikah antara Pengadilan Agama, Kementrerian Agama dan Dinas kependudukan dan Catatan Sipil baru dilaksanakan pada tahun 2015 setelah diterbitkannya Perma Nomor 1 Tahun 2015 Tetang Pelayanan Terpadu Sidang Keliling Pengadilan Negeri Dan Pengadilan Agama/Mahkamah Syari’ah Dalam Rangka Pengesahan Pernikahan, Buku Nikah  Dan Akta Kelahiran .
Pelayanan terpadu ini menjadi kebutuhan yang sangat mendesak karena identitas hukum menjadi persyaratan utama dari semua administrasi Negara yaitu status nikah dan kelahiran.  betapa banyak pasangan suami istri yang sudah nikah secara agama  memerlukan itsbat/akta nikah,  betapa banyak orang/anak yang memerlukan Akta kelahiran yang merupakan syarat untuk mendaftar sekolah, mencari pekerjaan dan lainya  dan tidak mampu mengakses pelayanan di tiga kantor tersebut, sehingga sangat memerlukan bantuan.
Dalam pelayanan terpadu ini Pengadilan Agama merupakan pintu pertama dari tiga rangkaian kegiatan karena itsbat nikah merupakan syarat utama keluarnya buku nikah oleh Kemententerian Agama/ KUA Kec setempat diikuti  dengan terbitnya Akta Kelahiran oleh Dinas DukCapil.
Beliau juga menyampaikan bahwa Pengadilan Agama dalam lingkup Pengadilan Tinggi Agama Makassar telah menerima perkara  dalam tahun 2016 sejumlah 28.783 perkara dan dapat diselesailkan sejumlah 26.729 ( 93,79%) diantaranya terdapat perkara itsbat nikah sejumlah 5.887 perkara, baik yang diselesaikan sidang terpadu maupun yang diselesaikan di kantor PA dan  masih tersisa 2075 atau 7,31% yang tersebar di 24 PA lingkup PTA Makasasar. Pelayanan terpadu merupakan hal yang sangat dibutuhkan dalam dunia sosial di masyarakt khususnya bagi  masyarkakat yang kurang mampu. Beliau juga mengharapkan ada kunjungan lain dari Pemerintah daerah terutama dari Wilayah Propinsi Sulawesi Selatan dan Barat.


Ketua Komisi 1 DPRD Propinsi Gorontalo, Firman F. Soenge menerangkan bahwa sejarah mencatat  Makassar mempunyai struktur topologi yang tidak jauh beda dengan gorontalo begitu pula dengan kehidupan sosialnya.  Dengan dasar tersebutlah Wilayah Makassar menjadi pilihan untuk kunjungan study komparasi ini. Beliau juga mengharapkan oleh-oleh berupa ilmu mengenai sidang terpadu ini dapat dibawah pulang untuk dishare ke lingkungannya sehingga dapat menjadi masukan pertimbangan mengenai kebijakan kebijakan pemerintah selanjutnya khususnya  menyangkut anggaran dalam mendukung terlaksananya sidang terpadu ini. 12hm@