You are here::
 
 

Pengadilan Agama Mamuju Gelar Sosialisasi Hasil Training Of Training Of Trainers ( TOT) SIWAS MARI

E-mail Print PDF


{{Mamuju. go.id}} Senin, 28 Nopember 2016, bertempat di Aula Pengadilan  Agama Mamuju dilaksanakan Sosialisasi Sistem Informasi Pengawas MA-RI ( Siwas), adalah hasil Training OF Trainers (TOT) SIWAS MA-RI, di ikuti seluruh Petugas Meja Pengaduan wilayah Pengadilan Tinggi Agama Makassar di Makassar pada tanggal 22 Nopember 2016.

Ketua Pengadilan Agama Mamuju, Drs. Adaming,SH.MH, dalam pengantarnya yang pada intinya, mengucapkan terima kasih kepada petugas Meja Pengaduan yang telah mensosiasikan hasil Training OF Trainers (TOT) SIWAS MA-RI, yang dilaksanakan di Pengadilan Tinggi Agama Makassar, pada tanggal 22 Nopember 2016 di Makassar.

Hadir dalam acara iniWakil Ketua Pengadilan Agama Mamuju DR. H. Muh. ArasyLatif, Lc, M.A, para hakim serta Pejabat Fungsional dan Sruktural serta para Pegawai dan Tenaga Honorer Pegadilan Agama Mamuju.

Mengawali acara ini Petugas Meja Pengaduan Muh. Fauzan, S.Ag, M.H mengemukakan bahwa tujuan dari Siwas MA-RI  berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia  (PERMA) Nomor 9 Tahun 2016, Pasal 2  Penanganan Pengaduan adalah untuk merespon Pengaduan baik yang berasal dari Masyarakat, Instansi lain di luar Pengadilan, maupun dari Internal Pengadilan, agar citra dan Wibawa Lembaga Peradilan tetap terjaga dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan meningkat.

Lebih lanjut kata Fauzan Pengaduan dapat disampaikan melalui aplikasi SIWAS MA-RI pada situs Mahkamah Agung , melalui pesan singkat/SMS, surat elektronik, sedangkan alur Pengaduan masyarakat luas bisa mengajukan melalui dua jalur baik secara mandiri maupun melalui meja Informasi, Pengaduan semuanya lansung masuk ke Badan Pengawasan setelah ditelaah oleh Kepala Badan Pengawasan,  kemudian dikirim  ke Inpektur wilayah dari Inspektur wilayah masing-masing, selanjutnya diteruskan kepenelaah  Hakim Tinggi Pengawas Auditor-Audiwan setelah ditelaah, kemudian dikirim kembali ke Inspektur Wilayah, selanjutnya Inspektorat mengeluarkan 2 Keputusan 1. Tidak ditindak lanjuti dijawab suratnya , 2. Ditindak lanjuti, kalau ditindak lanjuti Kemudian dikirim kembali laporannya ke Kepala Badan Pengawasan, kemudian Badan Pengawasan membentuk Tim Pemeriksa oleh Badan Pengawasan atau didelegasikan Ke Pengadilan Tingkat Banding atau Ke Pengadilan Tingkat Pertama.

Setelah memberikan materinya, kemudian memberikan  peluang kepada audiens untuk menanyakan seputar materi yang baru disampaikan atau saran. Dan Pemateri menjawab dengan gambalangnya, sehingga para audiens nampaknya sangat puas atas jawaban itu.(Fauzan/Tim It).