You are here::
 
 

SIPP Lahir Sebagai Salah Satu Upaya Utama Dalam Mewujudkan Visi Mahkamah Agung

E-mail Print PDF

“ Meskipun program Aplikasi SIPP ini terbilang baru bagi kita di lingkungan peradilan agama, tapi saya percaya bahwa melalui Bimbingan Teknis yang akan dilaksanakan dari tanggal 25 s.d. 28/10/16 ini dengan mendatangkan narasumber untuk memandu kita, Insya Allah kita pasti bisa mengoperasionalkannya”. Demikian ungkapan Dirjen Badilag Mahkamah Agung RI yang diwakili oleh Kasubdit Tata Kelola Ditjen Badilag MARIUmiyati, dalam sambutannya pada acara pembukaan Bimbingan Teknis Implementasi SIPP di Quality Plaza Hotel Makassar pada Selasa (25/10/16).


Beliaumenyampaikan ungkapan lainnya dari Dirjen bahwaBeliau sangat optimis terhadap seluruh admin di PA dalam penggunaan SIPP dapat  sesuai harapan sebagaimana pengguaan SIADPA pada jamannya.Sehubungan dengan SIPP Jajaran Badilag juga mempunyai harapan sekiranya SIPP ini bisa seperti SIADPA yang bukan cuma alat memonitor tapi bisa menjadi alat bantu dalam proses penyelesaian perkara.
Sementara Ketua Pengadilan Tinggi Agama Makassar, H. Helmy Bakri, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa, Aplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) yang berbasis teknologi informasi ini lahir sebagai respons terhadap Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : 1-144/KMA/ SK/I/2011 tentang Pedoman Pelayanan Informasi di Pengadilan serta Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : 026/KMA/SK/II/2012 tentang Standar Pelayanan Peradilan sekaligus sebagai  salah  satu  upaya  utama  dalam  mewujudkan   Visi Mahkamah Agung, yaitu mewujudkan peradilan Indonesia yang agung..
Lebih lanjut, H. Helmy Bakriyang baru kurang lebih satu bulan bertugas sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Makassar ini mengatakan, bahwa tujuan utama lahirnya SIPP ini adalah di samping sebagai wujud keterbukaan informasi dan kemudahan para pihak yang berperkara dalam mengakses informasi mengenai perkembangan perkaranya,juga yang tak kalah pentingnya adalah   untuk memudahkan aparat peradilan dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya masing-masing, terutama dalam kaitannya dengan pelayanan perkara.
“Kita bersyukur di lingkungan peradilan agama karena jauh sebelum lahir dan berkembangnya SIPP, kita telah memiliki aplikasi SIADPA yang bentuk dan metode kerjanya hampir sama dengan SIPP, bahkan SIADPA adalah menjadi produk unggulan Badan Peradilan Agama pada masanya, dan saya fikir itu sudah sangat familyar dengan kita warga peradilan agama. Sehingga dengan hijrahnya kita dari SIADPA ke SIPP tidak menjadi problem bagi kita warga peradilan agama. Tinggal yang harus dibangun dan ditumbuhkembangkan adalah komitmen kita untuk mau belajar dan bekerja, bekerja dan bekerja secara professional dan proporsional sesuai dengan panduan sistem aplikasi yang telah dibangun itu”. Ungkapnya.
Dalam berbagai penelitian mengungkapkan bahwa penggunaan teknologi informasi dapat berperan besar  dalam mengatasi persoalan-persoalan yang sering menjadi keluhan publik yang berhubungan dengan pelayanan di lingkungan peradilan. Sebahagian dari masyarakat kita masih ada yang beranggapan bahwa pelayanan di pengadilan prosesnya lama, akses informasi dan transparansinya kurang memadai. Tentu saja dengan adanya aplikasi SIPP ini akan mendorong upaya akselarasi penyelesaian perkara secara tepat waktu, di samping itu para pihak yang berperkara dapat memantau perkembangan perkaranya dan juga dapat menjadi sumber data yang memadai kepada pimpinan dalam meningkatkan kinerja lembaga. Oleh karena itu, kita semua harus memahami dan  mendalami secara seksama tentang mekanisme kerja SIPP, baik pada aspeknya ilmunya maupun implementasinya, sehingga data-data yang kita tampilkan dalam SIPP tersebut  betul-betul data yang akurat dan valid.
Di hadapan para peserta Bimbingan Teknis Implementasi SIPP, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Makassar yang tinggal tujuh bulan lagi akan memasuki masa Purnabhakti menitipkan pesan kepada seluruh peserta Bimbingan Teknis Implementasi SIPP ini kiranya dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dari awal hingga akhir. Dengan harapan, sesudah Bintek ini dilakukan seluruh perkara yang masuk di Pengadilan Agama khususnya dalam wilayah hukum Pengadilan Tinggi Agama Makassar, Pengadilan Tinggi Agama Kendari dan Pengadilan Tinggi Agama Palu, supaya langsung ada aksi konkrit untuk menginput semua perkara yang diterimake dalam aplikasi SIPP, mulai dari diproses sampai selesai diminutasi. Hal ini penting saya tegaskan katanya, karena khusus di wilayah hukum Pengadialn Tinggi Agama Makassar, berdasarkan hasil Rapat Koordinasi tanggal 7 Oktober 2016 yang lalu, ternyata data yang saya peroleh masih ada beberapa Satker yang belum maksimal dalam mengimplementasikan aplikasi SIPP. Dan ini juga mungkin terjadi di wilayah hukum Pengadilan Tinggi Agama Kendari dan Pengadilan Tinggi Agama Palu.


Sedangkan Panitera PTA Makassar Djuhrianto Arifin selaku Ketua Panitia dalam laporannya bahwa Kegiatan yang dilaksanakan dengan jumlah peserta 74 orang yang terdiri dari pewakilan dari Pengadilan Agama wil. PTA Makassar, Palu dan Kendari bertema dengan Bimtek Implementasi  SIPP kita tingkatkan tertib administrasi perkara dan pelayanan terhadap masyarakat pencari peradilan mempunya ini bertujuan agar kegiatan bimtek ini dapat menghasilkan outcome yang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman  dan kemampuan aparataur peradilan agama dalam penyelenggaraan administrasi peradilan dalam penggunaan Aplikasi SIPP. Sampai berita ini diturunkan Bimtek masih berlangsung12@hma@