You are here::
 
 

Pengadilan Agama Mamuju Ketujuh Kalinya Melaksanakan Sidang Terpadu

E-mail Print PDF

Implementasi SEMA nomor 3 tahun 2014,

Pengadilan Agama Mamuju Ketujuh Kalinya Melaksanakan Sidang Terpadu

di Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Mamuju Utara

{{Pa-Mamuju.go.id}} Berdasarkan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 3 Tahun 2014 tanggal 13 Maret 2014 tentang Tata Cara Pelayanan dan Pemeriksaan Perkara Voluntair Itsbat Nikah Dalam Pelayanan Terpadu, perkara voluntair itsbat nikah dalam pelayanan terpadu dapat disidangkan oleh hakim tunggal. SEMA ini menjadi dasar bagi Ketua PA Mamuju untuk menetapkan hakim tunggal yang akan menyidangkan perkara tersebut sesuai dengan Surat Keputusan Ketua Pengadilan Agama Mamuju Nomor : W20-A23/SK.49/HK.05/V/2015 Tentang Penunjukan Hakim Tunggal dan Panitera Pengganti Dalam Pelaksanaan Sidang Itsbat Nikah Terpadu Pengadilan Agama Mamuju Tahun 2015, Pengadilan Agama Mamuju melakukan Mou dengan Pemerintah Kabupaten Mamuju Utara.

Pelaksanaan Sidang Keliling yag dilakukan oleh Pengadilan Agama Mamuju  pada tanggal 7 September 2015, merupakan kelanjutan dari Sidang Keliling terpadu tahap pertama yang dilakukan pada tanggal  8 Juni 2015 di Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Mamuju Utara, sidang terpadu kali ini memproses 35 perkara permohonan itsbat nikah, sebelum pembukaan dilakukan oleh Bupati Kabupaten Mamuju Utara, Sidang Itsbat Nikah  dilaksanakan di Kantor Camat Tikke, dimulai tepat waktu pada pukul 09.00 WITA persidangan dilaksanakan oleh 3(tiga) hakim tunggal dan 3 (tiga) Panitera Pengganti. Adapun Hakim dan Panitera Pengganti yang bertugas masing-masing adalah Drs. H. Andi Zainuddin (Hakim) didampingi oleh M. Fauzan, S.Ag.M.H (Panitera Pengganti), Hairil Anwar, S.Ag (Hakim) didampingi Muh. Jafar. B.A (Panitera Pengganti), Mansur. S.g. M.Pdi (Hakim) didampingi Abdul Rasyid, S.HI (Panitera Pengganti), dan dibantu oleh Yahya, S.HI ( Jurusita Pengganti).

Sidang keliling terpadu kali ini  melibatkan 3 (tiga) instansi. Pengadilan Agama sebagai inisiator, Kemenag sebagai pencatat perkawinan dan Dukcapil sebagai pembuat akta kelahiran,dan dihadiri, BUPATI Kabupaten Mamuju Utara Ir. H. Agus Ambo Djiwa, M.Ap, Kepala DUKCAPIL Mamuju Utara Akbar Andi Wawo, SE.M.Pd, Camat Tikke Darwi, ST,  tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, disambut sangat antusius oleh masyarakat Tikke Raya Mamuju Utara.

Dalam sambutannya Ketua Pengadilan Agama Mamuju Drs. Adaming, S.H.M.H mengatakan Sidang terpadu itsbat Nikah adalah program Nasional untuk membantu pencari keadilan dibebaskan dari seluruh biaya, baik biaya perkara, biaya pencetakan akta nikah, maupun biaya untuk mendapatkan akta kelahirankhususnya masyarakat di Tikke Raya Kabupaten Mamuju Utara, sebab jika mengajukan permohonan istbah nikah di Pengadilan Agama Mamuju, prosesnya sangat berat, karena harus mengeluarkan biaya yang cukup besar biaya transportasi, dan sangat menyita waktu cukup lama menempuh perjalanan ke Kota Mamuju, dan harus bermalam di Mamuju 2 malam di Kota Mamuju jadi cukup besar biaya yang harus dikeluarkan,dengan adanya sidang terpadu ini cukup membantu masyarakat yang kurang mampu untuk memperoleh hak-hak dasarnya berupa identitas hukum, Tanpa identitas hukum, masyarakat akan mengalami banyak kendala dalam pengurusan Dokumen.Jelasnya......

Penyerahan salinan putusan oleh Ketua Pengadilan Agama Mamuju

Sementara itu, Bupati Mamuju Utara Ir. H. Agus Ambo Djiwa, M.Ap yang membuka acara siding keliling terpadu ini menyampaikan bahwa sidang terpadu ini  adalah program SMART sejahtera mandiri dan bermartabat, banyak keluhan dari masyarakat yang belum memiliki Akta Nikah, sebab dengan tidak memiliki Akta Nikah tidak mempunyai legalitas menurut undang-undang Negara, tidak mempunyai kepastian hukum tidak hanya bagi para Pemohon tetapi dampaknya juga pada anak-anaknya cukup besar, tidak bisa mengurus akta kelahiran sebab akta kelahiran sebagai salah satu syarat dokumen kependudukan resmi, tidak mempunyai kepastian hukum, maka tidak  mendapatkan hak-haknya termasuk ahli waris, karena perkawinannya tidak mendapatkan pengakuan secara hukum  Negara, tanpa adanya keluhan dan masukan dari masyarakat, kami tidak bisa kami men-anggarkan sebab pengganggaran sekarang berbasis kinerja berbasis perencanaan, untuk tahun 2016 Pemerintah Mamuju utara melalui Program SMART menprogramkan 1.000 Pasangan suami isteri untuk mendapatkan pelayanan gratis Istbah nikah dibebaskan dari seluruh biaya, baik biaya perkara,, beliau juga... berharap dukungan dari aparat desa dan Camat untuk mendata pada masyarakat, saya harapkan pada bapak ibu untuk membantu mensukseskan program kita ini, Program SMART yang sudah berjalan saat ini adalah membantu Imam Masjid, Guru Ngaji, Mangku, Pendeta kami berikan gaji, Kepala Dusun masing-masing kami bantu 1 unit motor, Lebih lanjut beliau...mengucapkan terima kasih, dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Tim Pengadilan Agama Mamuju yang telah susah payah datang ke Mamuju Utara yang jaraknya cukup jauh dari Mamuju. Tuturnya.....

Penyerahan Buku Nikah oleh Bupati Mamuju Utara

Pada kesempatan lain Panitera/Sekretaris Muh. Rais Naim, SH.S.Ag dihubungi oleh Jurnalis Pengadilan Agama Mamuju, secara singkat menjelaskan sidang terpadu tahap kedua di Kecamatan Tikke Raya Kabupaten Mamuju Utara men- Agendakan  35 perkara sesuai dengan perkara yang diterima, 35 perkara disidangkan, 29 perkara dinyatakan dikabulkan dengan menetapkan sah perkawinan paraPemohon, 1 perkara dinyatakan ditolak, 5 perkara dinyatakan gugur. Lebih lanjut beliau... mengatakan tahun 2016 Bupati Mamuju Utara memprogramkan  1.000 pasangan Pasutri yang tidak mampu untuk mendapatkan pelayanan gratis Istbah nikah kami menyambut baik dan mengapresiasi siap membantu mensukseskan program Bupati Mamuju Utara,Ungkapnya....(Fauzan/Tim iT)